Keamanan pangan

Bagaimana Membaca Tanggal Kedaluwarsa pada Pangan Olahan?

Panduan menemukan, membaca format, dan memahami tanggal kedaluwarsa pangan olahan bersama petunjuk penyimpanan serta batas setelah dibuka.

Jawaban singkat: cari tulisan "Baik digunakan sebelum" pada label, lalu baca tanggal yang mengikutinya atau ikuti petunjuk lokasi seperti "lihat bagian bawah kaleng". Setelah menemukan tanggalnya, periksa juga petunjuk penyimpanan dan kondisi kemasan. BPOM mengingatkan agar konsumen memperhatikan format tanggal, memastikan tulisan jelas dan tidak terhapus, serta mengecek petunjuk penyimpanan.[1] Produk yang telah melewati batas kedaluwarsa tidak boleh dikonsumsi.

Tanggal saja tidak cukup bila produk disimpan tidak sesuai petunjuk. Peraturan BPOM mendefinisikan keterangan kedaluwarsa sebagai batas akhir pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk produsen.[2] Jadi, membaca tanggal dan membaca cara penyimpanan merupakan satu langkah yang tidak seharusnya dipisahkan.

1. Temukan frasa dan lokasi tanggalnya

Pada pangan olahan yang dipasarkan di Indonesia, keterangan kedaluwarsa didahului tulisan "Baik digunakan sebelum". Tanggal dapat dicetak berdekatan dengan frasa tersebut, tetapi aturan juga memperbolehkannya ditempatkan terpisah apabila label memberi petunjuk lokasi, misalnya di bagian bawah kaleng atau pada tutup botol.[2]

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan tanggal tidak ada ketika Anda hanya melihat bagian depan kemasan. Periksa sisi belakang, lipatan, tutup, dasar wadah, atau sambungan kemasan sesuai petunjuk yang tercetak. Pastikan angka dapat dibaca utuh dan tidak tertutup stiker, luntur, terpotong, atau tampak diubah. Saat belanja daring, mintalah foto aktual yang jelas bila tanggal tidak terlihat pada gambar produk.

2. Baca format tanggal tanpa menebak

Peraturan BPOM membedakan format berdasarkan masa simpan. Untuk pangan olahan dengan masa simpan kurang dari atau sama dengan tiga bulan, keterangan mencakup tanggal, bulan, dan tahun. Untuk masa simpan lebih dari tiga bulan, keterangan dapat mencakup tanggal-bulan-tahun atau hanya bulan dan tahun.[2]

Jika tertulis tanggal, bulan, dan tahun

Baca ketiga unsur sesuai urutan dan penanda pada kemasan. Nama bulan yang ditulis dengan huruf biasanya lebih mudah dikenali daripada deretan angka. Jika format angka menimbulkan dua kemungkinan, jangan memilih tafsiran yang paling menguntungkan. Periksa keterangan lain pada label atau hubungi layanan konsumen produsen.

Jika hanya tertulis bulan dan tahun

Jangan menambahkan sendiri tanggal yang tidak tercetak. Perlakukan informasi itu sebagai format resmi pada label dan ikuti arahan produsennya. Jika hasil cetak samar atau bagian kemasan rusak sehingga bulan maupun tahun tidak pasti, pilih produk lain atau tanyakan kepada penjual sebelum membeli.

3. Bedakan dari kode produksi

Deretan huruf dan angka di dekat tanggal belum tentu semuanya merupakan tanggal kedaluwarsa. Salah satunya dapat berupa kode produksi atau nomor batch, yaitu penanda riwayat produksi. Cari penjelas seperti "Baik digunakan sebelum", "EXP", atau petunjuk lokasi agar tidak keliru membaca kode produksi sebagai tanggal konsumsi.

Jika Anda ingin memahami fungsi penanda tersebut, baca panduan arti kode produksi pada kemasan pangan. Saat menghubungi produsen, catat tanggal kedaluwarsa dan kode produksi secara terpisah, persis seperti tercetak, karena keduanya mempunyai fungsi berbeda.

4. Baca bersama petunjuk penyimpanan

Jaminan mutu sampai tanggal yang tercetak bergantung pada penyimpanan sesuai petunjuk produsen.[2] Cari arahan seperti tempat penyimpanan, suhu yang diminta, kewajiban menutup rapat, atau batas pemakaian setelah kemasan dibuka. Jangan memindahkan produk ke kondisi yang bertentangan dengan label hanya karena tanggalnya masih lama.

Untuk produk bubuk, langkah praktis setelah kemasan terbuka antara lain menjaga alat takar dan isi produk tetap kering serta menutup kemasan sesuai petunjuk. Penjelasan lebih rinci tersedia dalam artikel cara menyimpan susu bubuk setelah dibuka. Acuan utama tetap label produk yang sedang Anda pegang karena bahan, kemasan, dan instruksi setiap produk dapat berbeda.

Bagaimana bila ada batas setelah dibuka?

Sebagian label memberi petunjuk seperti "habiskan dalam ... hari setelah dibuka". Batas itu perlu dibaca bersama tanggal kedaluwarsa, bukan digunakan untuk memperpanjangnya. Contohnya, membuka kemasan lebih awal tidak membuat tanggal kedaluwarsa mundur; sebaliknya, tanggal yang masih lama tidak menghapus instruksi khusus setelah kemasan dibuka. Catat tanggal pembukaan agar anggota keluarga menggunakan acuan yang sama.

5. Jangan menyamakan semua istilah dari negara lain

Panduan berbahasa asing dapat menjelaskan istilah seperti Best By, Use By, atau Sell By berdasarkan aturan negara asal. FDA, misalnya, menyatakan bahwa di Amerika Serikat belum ada uraian yang seragam dan diterima secara universal untuk semua istilah tanggal terbuka pada pangan kemasan, serta mendukung frasa Best if Used By sebagai penanda mutu terbaik.[3] Konteks tersebut tidak boleh langsung dipindahkan untuk menafsirkan label Indonesia.

Untuk produk yang beredar di Indonesia, utamakan keterangan pada label Indonesia, ketentuan BPOM, dan petunjuk produsen. Bila sebuah kemasan impor menampilkan beberapa tanggal atau istilah yang tampak bertentangan, jangan menebak; konfirmasikan kepada importir atau layanan konsumen yang tercantum pada label.

Checklist singkat sebelum membeli atau menggunakan

  • Temukan tulisan "Baik digunakan sebelum" dan lokasi tanggal yang dirujuk.
  • Pastikan tanggal, bulan, dan tahun atau format bulan-tahun terbaca jelas.
  • Bedakan tanggal kedaluwarsa dari kode produksi atau nomor batch.
  • Periksa apakah kemasan utuh dan penandaan tidak rusak atau diubah.
  • Baca petunjuk penyimpanan serta batas penggunaan setelah dibuka.
  • Jangan konsumsi produk yang sudah melewati batas kedaluwarsa.

Untuk pemeriksaan label yang lebih lengkap, gunakan juga panduan hal-hal yang perlu dicek pada label pangan olahan. Artikel ini bersifat edukasi umum; apabila label tidak jelas, kemasan rusak, atau kondisi produk meragukan, jangan mengandalkan perkiraan pribadi dan hubungi produsen atau layanan resmi BPOM.

Sumber rujukan

  1. BPOM — Kenali Penandaan Kedaluwarsa pada Produk Pangan Olahan
  2. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan
  3. FDA — How to Cut Food Waste and Maintain Food Safety