Keamanan pangan

Cara Menyimpan Susu Bubuk Setelah Dibuka agar Tetap Terjaga

Panduan praktis menyimpan minuman susu bubuk setelah kemasan dibuka: baca label, hindari kelembapan, gunakan sendok kering, dan tutup rapat.

Susu bubuk dan minuman serbuk praktis disimpan, tetapi cara memperlakukannya berubah setelah kemasan dibuka. Udara, kelembapan, sendok yang basah, serta wadah yang tidak tertutup rapat dapat memengaruhi kondisi produk. Karena setiap produk mempunyai komposisi dan kemasan berbeda, petunjuk pada label tetap menjadi acuan pertama.

Badan POM mengingatkan bahwa penyimpanan pangan yang benar bertujuan membantu menjaga keamanan dan kualitas pangan, sekaligus mengurangi pangan yang terbuang. Prinsip ini sederhana: pahami label, jaga kebersihan, dan hindari kondisi penyimpanan yang tidak sesuai.

1. Baca petunjuk penyimpanan pada label

Sebelum memindahkan isi kemasan, periksa bagian belakang atau samping kemasan. Cari keterangan tentang tempat penyimpanan, batas penggunaan setelah dibuka, petunjuk penutupan, serta tanggal kedaluwarsa. Jangan mengganti petunjuk produsen dengan kebiasaan umum bila keduanya berbeda.

Tanggal kedaluwarsa berkaitan dengan mutu produk selama penyimpanan mengikuti petunjuk produsen. Karena itu, catat tanggal ketika kemasan pertama kali dibuka. Tulisan kecil pada tutup atau label tambahan dapat membantu seluruh anggota keluarga mengetahui sudah berapa lama produk digunakan.

2. Jaga bubuk tetap kering

Kelembapan adalah musuh utama bahan pangan kering. Gunakan sendok yang bersih dan benar-benar kering. Hindari mengambil bubuk dengan sendok yang baru dipakai mengaduk minuman, karena sisa air dapat masuk kembali ke kemasan. FDA juga menekankan bahwa produk bubuk lebih kecil kemungkinannya terkontaminasi ketika tetap kering dan alat takar dibiarkan kering sepenuhnya sebelum digunakan kembali.

Letakkan kemasan jauh dari wastafel, uap ketel, kompor, dan area yang sering terkena cipratan. Jangan menyentuh bagian dalam kemasan atau sendok takar dengan tangan yang basah. Jika ada bubuk menempel pada bibir wadah, bersihkan menggunakan tisu atau kain bersih yang kering sebelum menutupnya.

3. Tutup rapat segera setelah digunakan

Ambil bubuk secukupnya, kemudian segera tutup kembali kemasan. Jika produk menggunakan kantong aluminium di dalam kotak, ikuti petunjuk label mengenai apakah kantong boleh tetap digunakan atau perlu dipindahkan ke wadah lain. Bila dipindahkan, gunakan wadah pangan yang bersih, kering, dapat ditutup rapat, dan tidak menyimpan bau dari bahan sebelumnya.

Prinsip singkat: buka seperlunya, ambil dengan alat kering, lalu tutup kembali tanpa menunda.

Jangan mencampurkan sisa bubuk dari kemasan lama ke kemasan baru. Pemisahan memudahkan pelacakan tanggal dibuka, nomor produksi, dan kedaluwarsa apabila suatu saat informasi tersebut diperlukan.

4. Pilih lokasi yang sejuk dan kering

Simpan produk di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung dan tidak berada di tempat lembap. Rak tertutup yang bersih biasanya lebih sesuai daripada meja dekat kompor. Jangan otomatis memasukkan bubuk ke lemari es, karena beberapa produk justru diarahkan disimpan di tempat sejuk dan kering; perubahan suhu saat wadah keluar-masuk lemari es juga dapat memicu kondensasi. Ikuti petunjuk spesifik pada label produk.

Badan POM menyarankan konsumen melakukan Cek KLIK: periksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Prinsip yang sama berguna selama produk dipakai di rumah. Periksa apakah kemasan tetap utuh, label masih terbaca, dan produk belum melewati batas penggunaan yang tercantum.

5. Kenali tanda produk sebaiknya tidak digunakan

Berhenti menggunakan produk bila kemasan rusak, segel awal tidak wajar, bubuk terkena air, muncul bau yang tidak biasa, warna berubah jelas, terdapat serangga, atau ada tanda kontaminasi lain. Gumpalan kecil tidak selalu menunjukkan kerusakan karena dapat dipengaruhi karakter bahan, tetapi gumpalan akibat kelembapan patut diperhatikan. Saat ragu, jangan hanya mengandalkan aroma atau rasa; hubungi layanan konsumen pada kemasan.

Checklist singkat setelah membuka kemasan

  • Tulis tanggal pembukaan pada kemasan atau wadah.
  • Gunakan sendok bersih dan kering setiap kali mengambil bubuk.
  • Tutup rapat segera setelah digunakan.
  • Simpan jauh dari panas, sinar matahari, dan kelembapan.
  • Jangan mencampur isi kemasan lama dengan kemasan baru.
  • Ikuti batas penggunaan dan petunjuk khusus pada label.

Bagaimana dengan PUREHORSE dan PUREBALANCE+?

Untuk PUREHORSE dan PUREBALANCE+, jadikan label kemasan terbaru sebagai rujukan utama. Informasi umum pada website tidak menggantikan petunjuk penyimpanan, komposisi, peringatan, atau tanggal kedaluwarsa yang tercetak pada produk yang Anda terima. Bila membeli melalui marketplace, pastikan menggunakan kanal resmi Pure Mandiri Sehat agar lebih mudah memperoleh bantuan terkait produk dan kemasan.

Sumber rujukan

  1. Badan POM — 4 Langkah Simpan Pangan dengan Benar untuk Cegah Food Waste
  2. Badan POM — Penjelasan ketentuan perizinan pangan olahan dan Cek KLIK
  3. U.S. FDA — Handling Infant Formula Safely: What You Need to Know