Membaca label

Apa yang Harus Dicek pada Label Pangan Olahan?

Panduan praktis membaca label pangan olahan sebelum membeli: identitas produk, komposisi, alergen, izin edar, kedaluwarsa, dan informasi gizi.

Jawaban singkat: sebelum membeli pangan olahan, periksa nama dan jenis produk, daftar bahan, informasi alergen, berat atau isi bersih, pihak yang memproduksi atau mengimpor, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluwarsa, nomor izin edar, petunjuk penyimpanan, serta Informasi Nilai Gizi bila tercantum. Jangan berhenti pada tulisan besar di bagian depan kemasan; keputusan yang lebih baik biasanya memerlukan pembacaan sisi belakang atau samping kemasan.

Peraturan BPOM tentang label pangan olahan menjelaskan bahwa label bertujuan memberi informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat sebelum membeli atau mengonsumsi produk. Aturan tersebut juga menetapkan keterangan minimum pada label pangan olahan dan telah diperbarui melalui Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021.[1][2]

Mulai dari identitas produk, bukan hanya merek

Merek membantu mengenali produk, tetapi nama jenis menjelaskan apa sebenarnya pangan tersebut. Dua kemasan dapat memakai tampilan yang mirip, sementara nama jenis, bentuk produk, atau cara penyiapannya berbeda. Karena itu, cocokkan nama produk dengan kebutuhan Anda, lalu lihat berat bersih atau isi bersih agar perbandingan dilakukan pada dasar yang setara.

Periksa juga nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor. Informasi ini membantu konsumen mengenali pihak yang bertanggung jawab atas produk. Untuk pembelian daring, usahakan melihat foto semua sisi kemasan, bukan hanya gambar utama. Jika bagian penting tidak terlihat jelas, minta foto label yang dapat dibaca sebelum mengambil keputusan.

Baca daftar bahan dan informasi alergen

Urutan bahan memberi konteks

Daftar bahan bukan sekadar formalitas. Dalam ketentuan label, bahan dicantumkan dengan nama yang lazim dan disusun mulai dari bahan yang digunakan paling banyak, dengan pengecualian tertentu untuk vitamin, mineral, atau bahan tambahan pangan.[1] Gunakan daftar ini untuk memahami komposisi secara keseluruhan. Jangan menyimpulkan manfaat produk jadi hanya karena satu bahan ditonjolkan di bagian depan kemasan.

Cari peringatan alergen yang relevan

Informasi alergen perlu mendapat perhatian khusus bila Anda atau anggota keluarga memiliki alergi atau intoleransi. Perubahan aturan tahun 2021 menegaskan pencantuman alergen pada produk yang mengandung alergen dan mengatur cara informasinya ditampilkan dekat daftar bahan.[2] Periksa tulisan seperti “mengandung”, “mungkin mengandung”, atau keterangan bahwa produk dibuat dengan peralatan yang juga memproses alergen tertentu. Jika informasi tidak jelas untuk kondisi Anda, jangan mengandalkan dugaan; hubungi produsen atau tenaga kesehatan.

Bedakan tanggal produksi, kode produksi, dan kedaluwarsa

Tanggal dan kode produksi membantu mengidentifikasi riwayat produksi atau kelompok produksi. Keterangan kedaluwarsa menunjukkan batas mutu produk selama penyimpanannya mengikuti petunjuk produsen.[1] Jadi, tanggal saja belum cukup: lihat juga apakah kemasan utuh dan apakah produk disimpan sesuai ketentuan pada label.

Untuk produk yang akan digunakan berkali-kali setelah dibuka, cari petunjuk penyimpanan setelah kemasan dibuka. Gunakan sendok kering, tutup kemasan sesuai petunjuk, dan catat tanggal pertama dibuka bila perlu. Panduan lebih rinci tersedia pada artikel cara menyimpan susu bubuk setelah dibuka.

Periksa nomor izin edar dan klaim pada kemasan

Nomor izin edar merupakan salah satu keterangan minimum yang diwajibkan pada label pangan olahan.[1][2] Baca nomor sebagaimana tercetak; jangan menebak angka yang buram atau menganggap logo dan desain sebagai pengganti verifikasi. Bila perlu, cocokkan informasi produk melalui kanal pengecekan resmi BPOM.

Selanjutnya, pisahkan fakta label dari bahasa promosi. Kalimat seperti “premium”, “plus”, atau penekanan suatu bahan tidak otomatis menjelaskan jumlah kandungan, kecocokan untuk setiap orang, atau hasil tertentu. Cari penjelasan pendukung pada daftar bahan, Informasi Nilai Gizi, petunjuk penggunaan, dan peringatan. Anda juga dapat membaca prinsip evaluasi klaim pada Pusat Bukti.

Gunakan Informasi Nilai Gizi dengan urutan yang benar

Mulai dari takaran saji

Saat membaca panel gizi, lihat takaran saji dan jumlah sajian per kemasan terlebih dahulu. Angka energi dan zat gizi pada panel merujuk pada jumlah per sajian, sehingga konsumsi lebih dari satu sajian mengubah jumlah yang benar-benar dikonsumsi. FDA juga menekankan bahwa takaran saji mencerminkan jumlah yang lazim dikonsumsi, bukan anjuran tentang berapa banyak yang harus dimakan atau diminum.[3]

Bandingkan produk pada dasar yang sama

Jika membandingkan dua produk, samakan dahulu ukuran sajinya atau hitung berdasarkan jumlah yang sama. Membandingkan satu sajian kecil dengan satu sajian besar dapat menghasilkan kesan yang keliru. Setelah itu, lihat zat gizi yang relevan dengan kebutuhan keluarga, bukan hanya satu angka yang paling menonjol. Persen nilai harian dapat membantu memberi konteks, tetapi kebutuhan setiap orang dapat berbeda.[3]

Checklist singkat sebelum membeli

  • Apakah nama jenis produk sesuai dengan yang dicari?
  • Apakah berat atau isi bersih sudah dibandingkan secara adil?
  • Apakah daftar bahan dan informasi alergen dapat dibaca?
  • Apakah kemasan utuh, tidak bocor, menggembung, atau rusak?
  • Apakah tanggal, kode produksi, dan keterangan kedaluwarsa jelas?
  • Apakah nomor izin edar tercetak dan dapat diverifikasi bila diperlukan?
  • Apakah petunjuk penyiapan serta penyimpanan sesuai dengan kebiasaan di rumah?
  • Apakah panel gizi dibaca berdasarkan takaran saji yang sama?

Checklist ini tidak menentukan bahwa satu produk cocok untuk semua orang. Label adalah alat untuk menyaring pilihan dan menemukan pertanyaan yang perlu dijawab. Untuk produk yang akan dikonsumsi oleh anak, ibu hamil atau menyusui, orang dengan alergi, kondisi medis, atau pengguna obat, ikuti label terbaru dan mintalah nasihat tenaga kesehatan bila ada keraguan. Temukan panduan konsumen lain di halaman Edukasi Pure Mandiri Sehat.

Sumber rujukan

  1. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan
  2. Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan Label Pangan Olahan
  3. FDA — How to Understand and Use the Nutrition Facts Label