Membaca label

Bagaimana Membaca Keterangan Alergen pada Label Pangan?

Panduan membaca daftar bahan, pernyataan alergen, dan peringatan fasilitas bersama agar pilihan pangan kemasan lebih teliti dan aman.

Jawaban singkat: untuk membaca keterangan alergen, jangan hanya melihat bagian depan kemasan. Periksa daftar bahan, cari bahan yang dicetak tebal, lalu baca pernyataan seperti mengandung alergen, mungkin mengandung, atau diproduksi menggunakan peralatan yang juga memproses bahan tertentu. Ketiga bagian itu perlu dibaca bersama karena masing-masing memberi konteks yang berbeda.

Di Indonesia, keterangan alergen wajib dicantumkan pada label pangan olahan yang mengandung alergen. Ketentuan pada Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 diperbarui melalui Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021, termasuk cara penulisan informasi alergen di dekat daftar bahan.[1][2]

Mulai dari daftar bahan

Daftar bahan menunjukkan bahan yang digunakan untuk membuat produk. Saat mencari alergen, baca seluruh daftar, bukan hanya nama produk atau gambar utama. Nama di bagian depan kemasan dapat menonjolkan rasa atau bahan tertentu, sedangkan informasi yang lebih lengkap berada pada bagian komposisi.

Peraturan BPOM menyebut beberapa kelompok yang dapat menjadi alergen, yaitu serealia yang mengandung gluten, telur, ikan, krustase, moluska, kacang tanah, kedelai, susu termasuk laktosa, kacang pohon, serta sulfit pada batas yang ditentukan untuk produk siap konsumsi. Daftar tersebut membantu konsumen mengetahui istilah apa yang perlu dicari, tetapi kebutuhan setiap orang tetap berbeda.[2]

Perhatikan bahan yang dicetak tebal

Menurut ketentuan yang diperbarui, bahan alergen dapat ditampilkan dengan tulisan tebal dalam daftar bahan dan disertai kalimat yang mengarahkan konsumen untuk melihat bagian yang dicetak tebal. Pilihan lain adalah pernyataan mengandung alergen yang langsung diikuti nama alergennya dalam tulisan tebal.[2]

Karena desain kemasan dan ukuran huruf dapat berbeda, baca label di tempat yang cukup terang. Untuk belanja daring, perbesar foto komposisi dan keterangan alergen. Jika fotonya buram atau hanya menampilkan sisi depan kemasan, jangan menyimpulkan bahwa produk bebas dari bahan tertentu.

Apa arti “mengandung”, “mungkin mengandung”, dan fasilitas bersama?

“Mengandung” berkaitan dengan bahan produk

Pernyataan mengandung alergen mengarahkan perhatian pada alergen yang terdapat dalam komposisi produk. Cocokkan nama yang disebutkan dengan daftar bahan. Jangan mengandalkan satu istilah saja, sebab turunan suatu bahan dapat mempunyai nama yang tidak langsung dikenali oleh semua konsumen.

“Mungkin mengandung” memberi konteks proses produksi

Untuk pangan olahan yang diproduksi menggunakan sarana yang sama dengan produk yang mengandung alergen, ketentuan BPOM menyediakan bentuk peringatan seperti diproduksi menggunakan peralatan yang juga memproses, mungkin mengandung, atau dapat mengandung, diikuti nama alergennya.[2]

Peringatan fasilitas bersama tidak sama dengan daftar bahan utama. Informasi tersebut memberi konteks mengenai kemungkinan jejak alergen dari proses produksi. Karena itu, orang yang perlu menghindari alergen tidak sebaiknya mengabaikannya hanya karena bahan tersebut tidak tampak pada nama produk.

Langkah praktis sebelum membeli atau mengonsumsi

  1. Kenali bahan yang perlu dihindari. Gunakan arahan dokter atau tenaga kesehatan bila Anda memiliki alergi yang sudah diketahui.
  2. Baca label setiap kali membeli. Jangan berasumsi komposisi selalu sama hanya karena merek dan tampilan kemasan terlihat serupa.
  3. Periksa tiga lokasi. Lihat daftar bahan, pernyataan alergen, dan peringatan mengenai peralatan atau fasilitas bersama.
  4. Cari nama yang spesifik. Pastikan bahan yang perlu dihindari tidak muncul sebagai bahan utama, turunan, atau nama lain yang telah dijelaskan oleh tenaga kesehatan.
  5. Hentikan keputusan bila informasinya tidak jelas. Minta foto label yang lebih tajam atau hubungi layanan konsumen produsen sebelum mengonsumsi.

FDA juga menegakkan ketentuan yang mewajibkan perusahaan mencantumkan bahan pada pangan kemasan untuk melindungi orang dengan alergi pangan. Namun, aturan dan daftar alergen utama dapat berbeda antarnegara, sehingga label produk impor tetap perlu dibaca berdasarkan keterangan pada kemasan dan ketentuan yang berlaku di tempat produk dipasarkan.[3]

Jangan menyimpulkan “bebas alergen” dari hal yang tidak tertulis

Tidak adanya gambar susu, kacang, atau telur di bagian depan kemasan bukan bukti bahwa produk bebas dari bahan tersebut. Demikian pula, kata seperti alami, premium, atau keterangan rasa tidak menggantikan daftar bahan dan pernyataan alergen.

Untuk produk yang dibeli secara daring, simpan foto label terbaru sebagai rujukan, tetapi tetap periksa kemasan yang benar-benar diterima. Bila ada perubahan desain, komposisi, atau kalimat peringatan, gunakan informasi pada kemasan terbaru dan jangan hanya mengandalkan foto lama di halaman penjualan.

Bagaimana jika label tidak cukup jelas?

Jangan menebak. Catat nama produk, varian, ukuran kemasan, kode produksi, serta pertanyaan spesifik tentang bahan yang perlu dihindari. Hubungi produsen melalui kanal yang tercantum pada kemasan. Untuk orang dengan riwayat reaksi berat, keputusan konsumsi sebaiknya mengikuti arahan tenaga kesehatan yang memahami kondisi pribadinya.

Langkah ini melengkapi kebiasaan membaca label secara menyeluruh. Anda juga dapat melihat panduan apa yang harus dicek pada label pangan olahan serta artikel tentang perbedaan takaran saji dan isi bersih untuk memahami bagian label lainnya.

Sumber rujukan

  1. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan
  2. Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan Label Pangan Olahan
  3. FDA — Food Allergies