Apa Arti Persen AKG pada Label Informasi Nilai Gizi?
Panduan memahami persen AKG per sajian, hubungannya dengan takaran saji, serta cara memakai angka pada label untuk membandingkan produk.
Jawaban singkat: persen Angka Kecukupan Gizi (%AKG) menunjukkan seberapa besar sumbangan zat gizi dalam satu takaran saji terhadap acuan harian pada label. Angka 10% pada baris suatu zat gizi berarti satu sajian menyumbang 10% dari nilai acuan label untuk zat gizi tersebut—bukan berarti produk itu memenuhi 10% dari seluruh kebutuhan makan Anda dan bukan pula skor kesehatan produk.
Di Indonesia, tabel Informasi Nilai Gizi (ING) memuat takaran saji, jumlah sajian per kemasan, jenis dan jumlah zat gizi, persentase AKG, serta catatan kaki. Peraturan BPOM juga menetapkan bahwa tabel tersebut pada umumnya dicantumkan per satu takaran saji dan persentase AKG dihitung berdasarkan Acuan Label Gizi (ALG).[1]
Mulai dari takaran saji, baru baca persen AKG
Persen AKG tidak dapat dibaca terpisah dari jumlah yang dimakan atau diminum. Cari terlebih dahulu tulisan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Jika Anda mengonsumsi dua kali takaran saji, jumlah zat gizi yang masuk juga kira-kira dua kali angka per sajian; demikian pula kontribusi persentasenya. Panduan lebih lengkap mengenai dasar ini dapat dibaca pada artikel perbedaan takaran saji dan isi bersih.
Contoh sederhana: sebuah label mencantumkan natrium 8% AKG per sajian. Jika yang dikonsumsi tepat satu sajian, kontribusinya adalah 8% dari acuan label. Jika dikonsumsi dua sajian, kontribusinya menjadi kira-kira 16%, dengan catatan perhitungan mengikuti angka dan pembulatan pada label. Contoh ini hanya menjelaskan cara membaca dan tidak merujuk pada produk tertentu.
Apa bedanya AKG dan ALG?
AKG adalah nilai kebutuhan rata-rata zat gizi yang perlu dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dalam kelompok dengan karakteristik tertentu, antara lain umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 juga menyebut AKG digunakan, antara lain, untuk menetapkan Acuan Label Gizi.[2]
ALG adalah acuan yang dipakai untuk mencantumkan keterangan kandungan gizi pada label. Karena label harus berfungsi untuk masyarakat luas, nilai pada kemasan tidak dapat menggantikan penilaian kebutuhan pribadi. Kebutuhan seorang anak, orang dewasa, ibu hamil, orang yang sangat aktif, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu dapat berbeda. Inilah sebabnya persen AKG sebaiknya dipakai sebagai alat bantu membaca label, bukan sebagai resep makan individual.
Cara memakai persen AKG saat membandingkan produk
1. Samakan dasar perbandingan
Bandingkan dua produk hanya setelah melihat ukuran takaran sajinya. Persentase yang tampak lebih kecil belum tentu berarti kandungannya lebih kecil jika takaran saji kedua produk berbeda jauh. Untuk minuman serbuk, perhatikan juga apakah tabel menggambarkan produk sebagaimana dijual atau setelah disiapkan sesuai petunjuk label.
2. Lihat jumlah zat gizi dan persentasenya bersama-sama
Kolom gram, miligram, atau mikrogram menunjukkan jumlah zat gizi per sajian, sedangkan persen AKG memberi konteks terhadap nilai acuan label. Membaca keduanya membantu menghindari kesimpulan dari satu angka saja. Jangan menjumlahkan semua persentase secara vertikal, karena setiap baris mewakili zat gizi yang berbeda dan memiliki acuannya sendiri.
3. Sesuaikan dengan pola makan sepanjang hari
Satu produk hanyalah bagian dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi. Perhatikan apakah zat gizi yang sama juga banyak berasal dari makanan lain sepanjang hari. FDA menjelaskan konsep serupa untuk % Daily Value di Amerika Serikat: persentase tersebut menunjukkan kontribusi satu sajian terhadap nilai harian masing-masing zat gizi, bukan persentase total kebutuhan makan.[3] Namun, gunakan angka dan ketentuan pada label Indonesia sebagai rujukan untuk produk yang beredar di Indonesia.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menganggap 100% AKG harus dipenuhi dari satu produk. Pola makan terdiri dari beragam pangan, bukan satu kemasan.
- Membaca persen tanpa melihat jumlah sajian. Menghabiskan beberapa sajian mengubah total zat gizi yang dikonsumsi.
- Menganggap persen AKG sebagai klaim manfaat. Angka pada tabel menjelaskan kandungan dan kontribusi terhadap acuan, bukan menjamin hasil kesehatan tertentu.
- Membandingkan produk dengan takaran saji berbeda. Samakan dasar perbandingan agar tidak menyesatkan.
Checklist cepat sebelum membeli
- Temukan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan.
- Baca jumlah zat gizi per sajian.
- Lihat persen AKG pada zat gizi yang relevan bagi kebutuhan Anda.
- Bandingkan produk dengan takaran saji yang sebanding.
- Baca daftar bahan dan keterangan alergen, bukan tabel gizi saja.
Untuk pemeriksaan kemasan yang lebih menyeluruh, lanjutkan ke panduan apa yang harus dicek pada label pangan olahan atau kunjungi halaman Edukasi Pure Mandiri Sehat.
Catatan: artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan saran dokter atau ahli gizi. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan, alergi, sedang hamil atau menyusui, atau menjalani diet khusus, gunakan label terbaru dan konsultasikan kebutuhan pribadi dengan tenaga kesehatan yang kompeten.